Tuesday, June 10, 2008

Menyikapi Kenaikan BBM

Sudah mulai terasa dampak kenaikan BBM akhir-akhir ini, dimana-mana harga naik, bensin yang dulunya 10 rb tangki motorku nyaris penuh, kini 20 rb, jarum penunjuk belum menunjuk huruf F(Full), kalo siang hari biasanya di kantor masih bisa dapat nasi bungkus harga 6rb kini melonjak sampai 8rb, dan banyak kebutuhan lain yang meningkat hingga 10 - 30 %, bagaimana sebenarnya menyikapi hal ini, harga BBM tidak akan mungkin turun lagi, gaji masih tetap, biaya hidup naik hingga 30 %, nah kalo dibuatkan rumusnya dalam matematika mungkin hasilnya akan minus.

Ini bisa dikatan Ujian bagi sebagian orang (termasuk juga saya), tapi mungkin ada juga yang mengais rejeki dari naiknya harga BBM (spekulan, penimbun misalnya), kalo ulama atau ustadz yang ditanya tenatang cara menyikapinya tentunya mereka kasih resep Sabar, tawakkal, ihktiar dan berdoa , kalo yang ditanya ekonom mungkin dia akan kasi solusi untuk berhemat dan mengatur keuangan sebaik mungkin.

Ada resep yang pernah yang saya dengar dari seorang, coba pisahkan antara kebutuhan dan keinginan, selama ini mungkin antara kebutuhan dan keinginan seriring sejalan, sama-sama dipenuhi, nah disaat seperti ini penuhilah yang betul-betul dibutuhkan dan mulailah hindari keinginan yang mungkin akan menguras keuangan kita, tapi sebenarnya kalo kita yakin akan semuanya dan tetap Sabar, tawakkal, ihktiar dan berdoa Insya Allah kesulitan apapun kan teratasi dengan Izin-Nya, Insya Allah

Tuesday, May 27, 2008

Kesibukan

kurang lebih lima bulan lamanya blog ini tak terjamah oleh postingan, keadannyapun sepi, bak rumah ditinggal penghuni yang sedang merantau, mengapa demikian, kejenuhankah? malas? atau ada alasan lain?, kesibukan…! iya kayaknya itu yang menjadi alasan yang kurang tepat. memang sebagian orang menjadikan kesibukan sebagai suatu alasan untuk hal yang lain, misalnya, ” kenapa nda datang kopdar? sibukka ces..!, atau bahkan ada orang, ” kenapa ndak shalat? ” sibukka ces”. wah.. bahayya tuh.

Dalam hal mengupdate blog, kadang kesibukan juga yang menjadi alasan orang sehingga blognya sepi dari postingan, termasukmi juga saya, namun kedepan saya akan belajar, dalam kesibukan seharusnya blog jangan dibiarkan sepi, sebenarnya banyak pemikiran, curahan yang mau dicurahkan lewat blog tapi tak kesampaian karena ada urusan lain, toh banyak jugaji orang yang sibuk tapi blognya tetap ramai dengan postingan, semoga…

Tuesday, January 01, 2008

Memaknai Pergantian Tahun

Celaka, Orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, Merugi, orang yang hari ini sama dengan hari kemarin dan Beruntung, orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, demikian 3 buah uraian kata yang bisa mengantar kita keluar dari tahun 2007 menuju ke tahun yang baru 2008.

Semuanya tentu berharap menginginkan kata Beruntung, dalam artian segalah aktifitas kita harapan dan ibadah kita akan lebih baik di tahun ini dari pada tahun kemarin, sebenarnya, untuk melihat keberhasilannya adalah setelah akhir tahun nantinya, tapi dalam mempersiapkan perbaikan tentunya dari awal, starting point dalam memulai hidup di tahun ini tentunya harus kita sikapi berbeda dan lebih baik lagi tentunya.

Satu ungkapan lagi yang ini juga kita bisa maknai adalah ” dunia ini terus berubah mana mungkin suatu yang berubah kita tidak sikapi dengan perubahan ” nah saatnyalah moment pergantian tahun kita sikapi dengan perubahan sikap dan sifat, tinggalkan yang buruk serta tingkatkan potensi yang ada dalam diri kita, Insya Allah kedepan akan lebih baik. Selamat Tahun Baru 2008

Thursday, December 20, 2007

Selamat Idul Adha 1428.H

Hari ini (20/12) umat Islam di Indonesia merayakan Hari raya Idul Adha 1428. H, walaupun sehari sebelumnya sebagian umat islam telah melaksanakan shalat id terlebih dahulu (simak: perbedaan penetapan Idul Adha 1428.H), lagi-lagi perbedaan terjadi walaupun bukan dari dua organisasi yang besar di Indonesia (NU dan Muhammadiyah) tapi sekali lagi ini sangat tidak mengenakan dari sudut persatuan umat Islam, sangatlah Indah apabila semua umat melaksnakan Ibadahnya di Hari yang sama apatahlagi Umat Islam dari seluruh penjuru dunia melaksanakan Ibadah haji di Tanah Suci, saatnya Ulil Amri di negara kita ini menentukan sikap yang jelas tentang penetapan Hari Raya agar dikemudian hari tidak ada lagi perbedaan.

Haji dan Qurban adalah dua komponen utama dalam Idul Adha keduanya mengandung nilai pengurbanan bagi umat Islam, maknanya adalah umat islam diperintahkan bukan hanya memotong hewan qurban pada harinya tapi konteksnya adalah memotong sifat-sifat kebinatangan yang ada dalam diri kita, begitu banyak sifat-sifat hewani yang mungkin melekat pada diri kita yang sulit untuk dihilangakn, saatnyalah sifta-sifat itu ditebas hingga habis sehingga perlahan tapi pasti kesucian kan menghampiri diri kita. SelamatIdul Adha 1428.H semoga kita bisa memaknainya

Monday, December 10, 2007

Karebosi yang malang

Saya ingat sewaktu kecil dulu masih duduk di bangku kelas 5 SD, malam itu saya dan beberapa teman sepermainan bermaksud jalan-jalan bersepeda ke karebosi, kebetulan rumah saya di tinumbu tidak begitu jauh dari karebosi, kebetulan juga hari itu ada acara pameran disana, kami ada berempat dengan mengendarai dua sepeda berboncengan, saya waktu itu dibonceng dan berdiri dibelakang sepeda.

Tak terasa kamipun tiba dikarebosi, kami berempat mengelilingi lapangan karebosi dengan bersepeda, salah seorang temanku yang memang orangnya suka iseng dan jahil tiba tiba teriak ” bencong lappasa ri karebosi ” sontak saya kaget dan takut karena temanku teriak pas di dekat kerumunan laki-laki berpakaian mini, dan sialnya waktu itu sepedaku berada di paling belakang dengan sekencang-kencangnya temanku mendayung sepedanya tapi apa daya, kekuatan asli sang bencong keluar dan mendapati kami sayapun mendapat satu tepukan di pundakku, dalam hatiku “ edede sanna tong carana ammanji inie benconga “ setelah itu kami mendayung sepeda sekencang-kencangnya kembali kerumah.

Itu adalah pengalaman pertama saya di karebosi menegangkan sekaligus lucu, setelah itu banyak pengalaman yang terukir dikarebosi sewaktu SMA kebetulan pula sekolah saya dekat dengan karebosi jadi kalau waktu olahraga pasti karebosilah jadi lapangan olahraga kami, pengalaman terakhir minggu lalu, tapi saya kali ini saya cuman bisa melihat karebosi dari jauh, sore itu saya berada di MTC sepulang dari MTC saya menuruni Lift, dari atas nampak Karebosi sementara terkoyak oleh puluhan “gajah besi” yang mengeruk dengan seenaknya tanah yang menjadi kebanggaan kota daeng, sedih juga melihatnya.

Revitalisasi, itu kata yang paling populer akhir-akhir ini, memang kalo melihat gambarnya orang akan tergagum-gagum dengan kemegahan karebosi nantinya dengan segala kelengkapan fasilitas yang dimilikinya karebosi akan nampak lebih gagah dan menawan, namun sayang beribu sayang, kemegahan tersebut ternoda dengan hadirnya mall di bawah karebosi, ini yang sampai sekarang belum masuk di alam pikirku.

Melihat keadaan riil selama ini memang karebosi terlihat kurang terawat, adanya kapling sebagian pihak yang membuat karebosi terkapling-kapling juga kurang nyaman terasa, belum lagi genangan air dimusim hujan sangat menggangu masyarakat pengguna lapangan, sudah tepat langkah pemkot untuk melakukan revitalisasi, yang salah adalah dari sudut komersialisasinya yang tentunya akan menguntungkan segelintir pihak saja dan yang jelas nilai historis dari karebosi sebagai nilai sejarah yang amat tinggi akan tergantikan dengan sesuatu yang belum jelas nilainya. Karebosi tidak akan ternilai harganya, karena karebosi bukan barang dagangan, karebosi bukan komoditi yang perlu dilakukan tawar menawar, jadi bagaimanami ?